2015_SSusSebagai bagian dari kerjasama akademik antara UIN Suska Riau dan Ostbayerische Technische Hochschule Amberg-Weiden (OTH-AW), pada tahun 2015 ini insya Allah kembali akan dilaksanakan kegiatan kuliah musim panas (summer school). Kegiatan yang dikelola sejak tahun 2012 oleh Energy Research Centre (EnReach) Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau, tahun ini akan dilaksanakan di Belgia dan Jerman, 11-26 September 2015. Topik khusus tahun ini adalah “Resource Efficiency in Entrepreneurship & Leadership.” Peserta yang sebelumnya hanya berasal dari UIN Suska Riau, OTH-AW, UIN Jakarta, dan UGM Yogyakarta, pada tahun ini ditambah dengan peserta dari UIN Bandung.

Pihak UIN Suska Riau akan diwakili oleh empat orang mahasiswa summer school Indonesia-Jerman (di bawah bimbingan EnReach) dan enam mahasiswa summer school Indonesia-Belgia di bawah bimbingan Dr. Okfalisa (Wakil Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi). Ke-sepuluh mahasiswa akan didampingi ke Belgia dan Jerman oleh Ibu Melfa Yola, ST., M.Eng., dosen Jurusan Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi. Mahasiswa UIN Suska Riau berasal dari Fakultas Sains dan Teknologi (5 orang), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (3 orang), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (1 orang), dan Fakultas Pertanian & Peternakan (1 orang).

Menurut keterangan Ketua Dewan Pengurus EnReach, Kunaifi, partisipasi UIN Suska Riau dalam kegiatan summer school ini dimulai tahun 2012 yang dilaksanakan di Jakarta, Kepulauan Seribu, Tangerang, dan Yogyakarta. Pada tahun 2013 kegiatan dilanjutkan di Jerman, dan pada tahun 2014 dilaksanakan di Pekanbaru, Tandun (Kampar), Batang (Jateng), dan Yogyakarta.

Tujuan utama kegiatan summer school ini, menurut Kunaifi, adalah untuk mengidentifikasi peluang-peluang bisnis dalam bidang energi terbarukan, efisiensi energi, dan ekologi; dengan memperhatikan kondisi lokal dan memanfaatkan pengetahuan yang relevan. Selain itu, tambah Kunaifi, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melatih kepemimpinan mahasiswa dan membina kecakapan ekonomi, serta untuk membangun relasi antar negara melalui pemahaman kebudayaan masing-masing. “Mungkin akan bermanfaat bagi karir masa depan mahasiswa, jika mereka memiliki pemahaman tentang isu energi dan lingkungan saat ini, mengembangkan ide bisnis dari isu-isu lokal, dan membuat rencana bisnis sederhana, yang mungkin dapat mereka realisasikan di masa depan dengan memanfaatkan relasi antar bangsa yang mereka bangun melalui kegiatan ini,” jelas Kunaifi.

Bersamaan dengan itu, Okfalisa menjelaskan bahwa interaksi intensif antara mahasiswa ketiga negara selama dua minggu kegiatan summer school diharapkan tidak hanya memberi mahasiswa ilmu pengetahuan, tetapi juga  membagun karakter mahasiswa sehingga mereka menyadari kesetaraan antara mereka. “Rasa percaya diri, kesetaraan, saling menghargai, dan komunikasi, adalah beberapa syarat penting yang akan menunjang kesuksesan karir lulusan kita,” kata Okfalisa.

Kegiatan summer school dilaksanakan secara dinamis, menggabungkan kuliah di dalam kelas, mengerjakan tugas-tugas studi kasus, survei lapangan, diskusi dan presentasi. Setelah tiga tahun mengikuti kegiatan summer school, para peserta mengaku mendapakan pengalaman yang berharga, dan hingga kini mereka tetap membina komunikasi sesama peserta antar negara.

Pada tahun 2016, kegiatan kembali direncanakan digelar di Indonesia. Peserta yang terpilih mengikuti summer school 2016 dan lulus dengan nilai memuaskan akan mendapatkan tiket mengikuti summer school di Jerman dan Belgia tahun 2017.

Key people:

UIN Suska Riau: Kunaifi, Okfalisa, Melfa Yola.
OTH AW: Prof. Magnus Jaeger, Prof. Manfred Beham.
UIN Jakarta: Prof. Margareth Gfrerer, Prof. Lily Surraya.
UGM: Dr. Taryono.

Brosur dan Agenda Summer School 2015

Berita terkait:

http://www.enreach.or.id/uncategorized/uin-suska-tuan-rumah-indonesian-german-summer-university-2014.html